Maklon Probiotik Hewan 11 Oktober 2026 · 5 menit

Bakteri Asam Laktat untuk Silase dan Pakan Fermentasi: Cara Kerja, Manfaat, dan Langkah Dasarnya

Bakteri asam laktat membantu mengawetkan hijauan dan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Pahami prinsip silase, langkah dasarnya, dan kesalahan umum yang perlu dihindari.

Bakteri Asam Laktat untuk Silase dan Pakan Fermentasi: Cara Kerja, Manfaat, dan Langkah Dasarnya

Bakteri asam laktat mengubah gula pada hijauan menjadi asam laktat tanpa oksigen, sehingga pH turun dan pakan awet sebagai silase. Teknik ini membantu peternak menyimpan pakan saat hijauan melimpah untuk dipakai saat kemarau. Artikel ini menjelaskan prinsip, langkah dasar, dan kesalahan umum agar silase yang dibuat tidak berakhir busuk.

Apa itu silase dan mengapa peternak membuatnya?

Silase adalah hijauan atau limbah pertanian yang diawetkan dalam keadaan lembap melalui fermentasi tanpa oksigen. Peternak membuatnya untuk menyimpan pakan hijau ketika musim melimpah dan memakainya di saat rumput sulit didapat.

Keuntungan lain adalah pemanfaatan limbah seperti batang jagung, jerami, atau sisa sayuran yang sebelumnya terbuang. Dengan perencanaan yang baik, silase membantu menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.

Bagaimana bakteri asam laktat bekerja pada silase?

Bakteri asam laktat memfermentasi gula terlarut dalam hijauan dan menghasilkan asam laktat. Asam ini menurunkan pH ke kisaran yang menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk, sehingga pakan awet selama bahan tetap tertutup rapat.

Proses berjalan optimal bila oksigen cepat habis dan gula tersedia cukup. Karena itu pemadatan dan penutupan rapat sama pentingnya dengan inokulan mikrobanya.

Apa saja langkah dasar membuat silase?

Urutan kerja yang rapi membantu menghasilkan silase dengan aroma asam segar yang khas.

  • Panen hijauan pada umur yang tepat dan layukan bila terlalu basah.
  • Cacah bahan menjadi potongan kecil agar mudah padat dan gulanya keluar.
  • Campurkan inokulan bakteri asam laktat dan sumber gula seperti molase bila perlu.
  • Padatkan lapis demi lapis untuk mengusir udara, lalu tutup rapat.
  • Simpan di tempat teduh dan jangan dibuka minimal beberapa minggu sesuai bahan.

Setiap langkah mengurangi risiko oksigen tersisa. Satu lubang kecil pada plastik saja dapat membuat jamur tumbuh dan merusak sebagian isi.

Mengapa kadar air dan gula bahan sangat menentukan?

Bahan yang terlalu basah menghasilkan cairan berlebih dan fermentasi yang tidak diinginkan seperti pembentukan asam butirat berbau busuk. Bahan terlalu kering sulit dipadatkan sehingga udara tertinggal.

Hijauan rendah gula, seperti banyak jenis rumput tropis, sering diuntungkan dengan tambahan molase atau dedak. Pengetahuan tentang bahan yang dipakai membantu menentukan campuran yang tepat.

Apa peran inokulan dibandingkan fermentasi alami?

Pada fermentasi alami, bakteri asam laktat berasal dari permukaan tanaman dengan jumlah dan kualitas yang bervariasi. Inokulan menambah jumlah bakteri yang tepat sejak awal sehingga penurunan pH lebih cepat dan hasilnya lebih konsisten.

Inokulan tidak menggantikan teknik yang benar. Bahan yang tidak dipadatkan dan tidak ditutup rapat akan gagal walaupun diberi inokulan terbaik.

Bagaimana mengenali silase yang berhasil dan yang gagal?

Silase yang baik beraroma asam segar seperti buah fermentasi, berwarna hijau kekuningan atau cokelat muda, dan teksturnya tidak berlendir. Silase gagal biasanya berbau busuk, amonia menyengat, berlendir, atau ditumbuhi jamur.

Jangan memberikan silase berjamur kepada ternak karena toksin jamur dapat membahayakan. Buang bagian yang meragukan dan perbaiki prosedur pada pembuatan berikutnya.

Bagaimana cara memberikan silase kepada ternak?

Mulailah dengan porsi kecil dan naikkan bertahap supaya ternak terbiasa dengan rasa dan aroma. Ternak yang tidak terbiasa kadang menolak pada awalnya.

Ambil secukupnya setiap hari dan tutup kembali bagian yang terbuka agar tidak terpapar udara. Bagian yang sudah dibuka akan cepat rusak bila dibiarkan lama.

Apa risiko dan keterbatasan silase?

Silase memerlukan tenaga, wadah kedap, dan disiplin kerja. Kesalahan kecil dapat membuat seluruh batch tidak layak diberikan, sehingga pemula sebaiknya mulai dari skala kecil.

Silase juga bukan pakan lengkap. Kebutuhan protein, mineral, dan serat tetap harus diperhitungkan sesuai jenis dan fase hidup ternak, sebaiknya dengan arahan ahli nutrisi ternak.

Bagaimana cara menilai kelayakan ekonominya?

Hitung biaya bahan, tenaga, wadah, dan inokulan, lalu bandingkan dengan harga pakan yang digantikan atau dengan biaya membeli hijauan saat langka. Contoh hipotetis ini perlu disesuaikan dengan kondisi tiap peternakan.

Catat jumlah ternak yang makan, lamanya silase bertahan, dan perubahan konsumsi. Dari catatan ini kamu bisa menentukan apakah skala pembuatan perlu diperbesar atau cukup seperti sekarang.

Bagaimana peluang usaha dari inokulan silase bermerek sendiri?

Inokulan silase bisa menjadi produk bermerek untuk kelompok ternak, koperasi, atau toko pakan. Penjelasan cara pakai yang sederhana dan bergambar sangat membantu pembeli baru.

Fokuskan pesan pada manfaat nyata seperti pakan awet dan limbah termanfaatkan, tanpa janji berlebihan. Pembeli ternak biasanya menghargai penjual yang memahami cara kerja produknya.

Bahan apa saja yang umum dijadikan silase?

Bahan yang sering dipakai adalah batang dan daun jagung, rumput gajah atau rumput odot, serta sisa tanaman seperti kulit pisang, jerami, atau limbah sayuran tertentu. Tiap bahan punya kadar air dan gula berbeda sehingga perlakuannya tidak sama.

Jagung relatif mudah karena kaya gula, sedangkan rumput tropis dan jerami perlu tambahan sumber gula dan pelayuan. Mulailah dari bahan yang mudah didapat dan konsisten kualitasnya di daerahmu.

Wadah apa yang cocok untuk skala kecil?

Untuk skala kecil, drum plastik bertutup rapat, karung plastik tebal berlapis ganda, atau tong dengan segel karet sudah memadai. Yang terpenting adalah kedap udara dan bersih dari sisa bahan kimia.

Skala besar memakai silo gali atau bunker yang dilapisi plastik tebal. Pilih sesuai jumlah ternak, karena wadah yang terlalu besar membuat silase terbuka lama dan rawan rusak sebelum habis.

Berapa lama silase siap diberikan dan bagaimana memeriksanya?

Umumnya silase dibiarkan beberapa minggu sebelum dibuka, tetapi waktu pastinya berbeda untuk setiap bahan dan kondisi. Periksa aroma, warna, dan tekstur sebelum memberikannya kepada ternak.

Jika tersedia, ukur pH dengan kertas lakmus atau alat sederhana, karena pH rendah menandakan fermentasi asam yang baik. Setelah dibuka, ambil secukupnya dan tutup kembali agar sisa tidak terkena udara.

Bagaimana kaitan silase dengan kesehatan pencernaan ternak ruminansia?

Silase yang baik menyediakan pakan beraroma asam yang umumnya disukai ternak dan membantu kontinuitas pakan sepanjang tahun. Namun perubahan pakan mendadak dari hijauan segar ke silase dapat mengganggu rumen, sehingga peralihan perlu dilakukan perlahan.

Pantau konsumsi, kotoran, dan produksi susu atau pertambahan bobot saat memperkenalkan silase. Konsultasikan dengan penyuluh peternakan bila ternak menunjukkan gejala gangguan pencernaan setelah peralihan pakan.

Bagaimana membedakan silase dengan pakan fermentasi lain seperti amoniasi?

Silase mengawetkan hijauan basah lewat asam laktat, sedangkan amoniasi memperbaiki nilai gizi jerami kering memakai urea dan penutupan rapat. Fermentasi pakan lain memakai kapang atau ragi untuk meningkatkan kecernaan bahan berserat.

Setiap teknik punya bahan, tujuan, dan risiko sendiri, jadi jangan mencampuradukkan petunjuknya. Pilih yang sesuai bahan yang tersedia dan kemampuan tenagamu.

Jika kamu tertarik menjual inokulan fermentasi pakan di daerah peternakanmu, tim Maklon Biotek dapat membantu memilih formula dari halaman Formula Kami dan strain pendukung di /koleksi-strain. Hubungi kami lewat WhatsApp di maklonbiotek.com untuk konsultasi gratis, lalu uji pasar dulu dengan trial 3 pcs sebelum memesan paket Serius Jualan mulai 50 pcs.

Siap coba wujudkan produkmu?

Mulai dari 3 pcs, lihat mockup-nya dulu sebelum produksi.

Bikin Produk Sekarang